d i a r i a n a k m a m i
Heyyo -ups- Looking for what?:)


Cinta Bersemi di Lomba Kitab #EDANNNN [Part. 01]
Wednesday, July 15, 2015 8:31 PM 0 balloon[s]




Anugerah sekali akhirnya saya punya kesempatan untuk ini. Dan, ceritanya panjaaaaaaang sekali. Ayuk teman, aku ajak kalian bergila riaaaaa~ ^O^ Setelah nunda entri studi lapangan -walaupun ujungnya duluan entri ini yang ke publish :3- Gapapa, setidaknya salah satu dari keduanya.

*nengokjudul* OOOO! JADI CERITANYAAAA..? CERITANYAAAA?? APAINI MAKSUDNYAAAA?? HMPPPPHHH...!! *dibekap* 

Ssstt. Diem. Ntar juga tau ceritanya. Sabar to U,U)b

Haaaaaaaiii semuanya. Nyunyum nambah sibuk semenjak mau kenaikan kelas TIGHA *omaigadh* Blog ini sudah nyaris terlupakan. Bahkan aku lupa kapan terakhir kali aku nulis entri-,- awkayh. Itu bukan masalah. Yang jelas aku mau bikin envel panjaaaaang~ :)) Ini bercerita tentang kejadian hidup yang tidak akan terlupakan *ohh:') *yang pasti, nama tokoh disamarkan okeyy;)

Hari itu. Aku berjalan gontai memasuki gerbang asrama. Tampak dari sini pengumuman yang baru saja ditempel di dinding musholla putri. Langkahku terhenti, mataku melirik pada sebaris judul yang tertera. Oh! Seleksi lomba kitab. Sejenak ada sesuatu yang melintas di pikirku. Seakan dibisikkan oleh angin, hatiku mendadak berubah. Aku  pun berlalu dengan ekspresi datar, mencoba melupakan itu.

                             ***
"Maila di panggil Yuna Senpai suruh ke kantor pengurus!" 

Dadigdug jederr ada apa nih  x_x Mending nunggu disini sampe ada panggilan lagi dah .-.

"Maila dipanggil Yuna Senpai suruh ke depan sekarang!"

Aduh. Ini mah kayaknya emang beneran. Dengan langkah sigap seribu bayangan aku segera melesat ke lokasi Yuna Senpai berada *dumtekdungjess:v

"Mel!" Panggil Yuna Senpai. "Eh iya Sen?"

"Kamu mau nggak ikut lomba kitab? Pliss, ikut yaa? Kitabnya gampang kok, Nurul Yaqin. Tapi, sekarang belum ada. Nanti kalo udah ada aku kasih."

Aku mematung.
ZUMFAH. AKU GAPERCAYA DAPET TAWARAN INI. 

Entah kerasukan jin darimana, kepala ini serasa ingin mengangguk saja *halah, padahal sakjane yo pengen ;p* Berhubung ikut lomba kitab itu impian terdalamkuhh, tanpa mikir apapun aku setuju sama tawaran itu Wakakaka :B

"Tapi masih diseleksi dulu sama Pak Hilmi, besok Jumat," lanjutnya.


Setelah Yuna Senpai hilang diujung jalan, aku balik badan. Berlari menuju kamar. Seneng. Banget. Dan besok sorenya, kitab yang dijanjikan pun sampai :)

Belum sempet latihan, udah hari Jumat aja. Mati aku. Jalan pintasnya, belajar kilat sejam sebelum tes mulai OwO Hasilnya, cuma dapet 4 fasal --" Yaudah, yang penting kan usaha ya, hiks u,u

"Maila Ariya, kelas 2 Tsanawiyah ada tamunya"

Bzzztt, belajar aja belum kelar, masih ada tamunya x_x Beuhh, gimana ni bray :3 Yaudah, temuin aja dulu, ntar bilang baek baek :v

Buumm!! Praaangg! Gubrakk! Krompyang! Miaawww -_- Ciiiiiiitttt~
"AYAAAHH~! MAAF YAH! INI AKU MAU ANU ITU LO YAH! AH IYA APA ITU NAMANYA~! HEMMM..."

"Kamu jadi pulang hari ini enggak?"

"Aduuhh.. gimana, ya? Aku mau itu, Yah.. gak bisa pulang... Huhuu"

"Katanya mau pulang? Kalo misal gabisa pulang bilang dulu lewat SMS.. Jadinya kan.."

"Aku mendadak mau seleksi lomba, Ayah..,"

"Seleksi lomba? Oo.. lomba apa?" *situasi mulai mendingin. yeah~ B)*

"Kitab, Yah. Doain supaya aku bisa lolos ya, biar bisa ikut lomba"

"Oh, iya. Amin. Lomba nya kapan?"
...
[Tiba-tiba Diva lewat, dan ngasih isyarat, "Ssstt! Ayok, sekarang seleksi! Udah jam segini nih!"]

"Emm... sekarang seleksinya, Ayah.. Pulangnya besok lagi, aja. Maaf banget, Yah."


...Dan untungnya sang Ayah pun mengerti. Huft ("_ _)

***

Aku tercengang. Banyak juga nih yang ikut seleksi, pikirku.Belum apa-apa tanganku udah basah duluan. Duh, gimana nanti.. >< Payah banget sih, keluhku. Tetiba Yuna Senpai lewat. "Yun-Sen!" panggilku. "Kalo boleh tau, sainganku siapa, ya?" aku bertanya :v "Hmm.. Faridah," jawabnya. "Cuma Faridah? Mungkin aku bisa sedikit lega kali ini. "Hehe, ya. Ayo, masuk kelas!" 

Huft. 

Aku berpikir dua kali. Mungkin keputusan akan jadi lebih menyakitkan seandainya Faridah yang nantinya kepilih. Mampus.Aku baru kepikir kalo dia udah pernah ikut lomba kitab dua kali sebelumnya. Dan, dia pun udah pernah menang. Oyeah. Sekarang doaku udah berubah. Ya Allah, semoga aku diberi kelapangan dada atas keputusan itu. Hiks. Bener-bener gaada harapan D':

Seleksi nyaris dimulai. Dan, yang pertama adalah kitab Safinah. Faridah sampe detik ini belum dateng, dan Yuna Senpai hampir membangkitkan harapanku, "Namanya bukan seleksi kalo yang mau ikut cuma kamu, Mel." kata Yuna Senpai dengan senyum simpulnya. Haduh, rasanya hatiku hampir meloncat kegirangan dan ku bersyukur kepada Tuhan *-* #keracunanJKT48 :x

Belum sampai undian pertama tampil, Faridah pun datang dengan mengenakan kaus dan kerudung ungu, rok jeans, beserta kitab yang ia tenteng. Dia duduk di bangku sebelahku. Hatiku mengurungkan niatnya untuk meloncat, bahkan ia sekarang malah meluncit /? Suhu tanganku mulai berubah semakin dingin. Aku tambah bingung setengah mati, ternyata Faridah punya kitab yang berharokat. Emakk.. kalo gini mah aku bisa kalah telak. Huhu.

Aku ga percaya Faridah belum belajar. Dia malah sempet bilang, takut sama aku*HELAW*. Plis deh, aku ini masih awam u,u  Belum ngerti apa-apa. "Far, kamu ini yang udah pernah ikut kitab dua kali, lo. Aku belum pernah sama sekali..," ujarku. Dia masih tetep tegang. Aku? cuma bisa pasrah keadaan.Untungnya dia masih sudi minjemin aku kitab berharokat, setidaknya aku nggak sampe mati kutu di depan, gatau yang aku liat tulisan keriting macam apa hoho x_x

Ditengah-tengah seleksi, Faridah minta aku buat nemenin dia ke toilet. Aku terima ajakannya. Di depan toilet banyak anak yang mondar-mandir, dan kasih semangat aku yawloh terharuuuu >< Rasanya makin sesek, karena gimanapun aku bisa kecewain merekaaa *HALAHGAYALOE*

Hua. Sekarang udah waktunya seleksi kitab Nurul Yaqin. Huh-hah-huh-hah. Rasanya maju kedepan buat ambil undian pun udah berat banget. Treengg.. aku belum berani lihat. Faridah tersenyum ragu, "Aku nomor satu." Yeah, aku menghembuskan nafas lega. Faridah duduk di bangku depan, sedangkan aku berbalik badan dan kembali duduk seperti sedia kala. #EAK

"Fasal 9," kata Yuna Senpai. Faridah tersenyum dan mendelik. Ia mulai membaca. Jauh banget, ternyata Faridah udah nyampe fasal ini.., nyaliku semakin ciut, menghilang. Ternyata, dia belum belajar terjemahnya. Akhirnya dia ulang baca fasal 4. Sayangnya, di fasal ini dia salah di sesi pertanyaan. Aku ga bisa ngebayangin gimana aku nanti..

Giliranku. Saat yang sangat-sangat ditunggu  Mengerikan -_- Aku dapat fasal 7!! Argh, gimana ini Tuhan? Aku membaca dengan harakat yang asal-asalan --" fufufu, pletat-pletott -..- Sewaktu disuruh terjemah, aku akhirnya ngaku kalo balum nyampe :v  Aku akhirnya baca ulang, kaya Faridah. Beruntung banget, fasal yang disuruh sama. Tapi di hatiku, aku tetep yakin bahwa yang kepilih, bukan aku u,u

Udah nyampe seminggu, berita tentang pengumuman seleksi belum nyampe :( Ini membuat aku galau yang sangat-sangat berat huweee :"( Setidaknya aku nggak ngarep-ngarep supaya bisa ikut lomba itu, rasanya kaya digantung tau gak sehhh t(TATt) #emotekiloo Sampe harus mantengin dinding musholla barangkali ada yang baru di tempel gituh aihh TT~TT

Yuna Senpaiii~~ #OHH O:)
Malem senin. Ini jadwalnya ngaji Sorogan sama Yuna Senpai. Aduh, gimana ini XoX Deg-degan setengah mati, kenapa aku harus ketemu Yuna Senpai lagehh~ *Sebenernyainidikarenakanguebelomnulispegonnye* Ya Tuhan kalo aku ga diizinkan ikut lomba, jangan biarkan kesedihan berlarut-larut ineeeehh~ huhuhu Udah ga kuat untuk sekedar natap Yuna Senpai #HADOH LE NGALAY MULAI KI = 3=


"Sini, Mel" Yuna Senpai mempersilahkan saya untuk mengaji. Kulirik wajahnyaaa *oohh* *AHSUDAHTIDAKKUAT!MENYERAH!!* #emanglukiraujinyali-_____-

Aduh, ini kok tampang-tampangnya datar aja sih? Duh, jan jan beneran ga kepilih, kann :< pikirku ketika hendak membuka kitab Sorogan. "Bimillahirrohmanirrohimm *ngelirikYun-Sen* Ma iku opo*ngelirik Yun-Sen lagi* Ma'na utawi maknane bla blahh.." Beuhhh, bisa-bisa ane jadi cewek ga normal setelah ngeliatin Yuna Senpai selama 100 kali per detiknya #Uwooo *gileluyumm:v* Aduh, kenapa ngaji juga jadi begenehh.. adohh -_-

Akhirnya, sorogan  usai. Ini kok Yun-Sen masih datar aja sih mukaknyaa - 3- Lama-lama gereget nih guehh --" Sementara aku masih melirik ke wajah Yuna Senpai sambil meraih tangan kanannya. Nanya apa, ya?  pikirku kemudian. Sebaiknya jangan. Aku punya firasat lebih buruk dari ini. Ntar kalo malah di jawabnya "Eh iya, kamu ga lolos seleksi.." Hemh (TAT) Ini-lebih-dari-sekedar-makjlebb. Tapi udah nusuk sampe relung hati yang terdalam. #Wusss

"Maila gimana kitabnyaaa?? Udah latian lagi belomm??"

Sumpah. Kayaknya barusan aku ngedenger suara malaikat wa bidadari dari surga apayaa?? (/\*_*) Terdengar lembut nan indahhh~ Serasa terbang ke 'Alamil 'Ulwiyyi *PLISDEHMAI* dan keliling dunia naik buroq dari Masjidil Aqsha ke Masjidil Haram sambil di temani malaikat Izrail Jibril #AlaIklanGutdei:v #VersiKitabKhulashoh #IHIRR #Dumtekdungjess.
Aku nggak nyangka. Denger apa, barusan? WAHAWAAAAAAA~~!! ZHUMVEH. Aku tercengang seketika. Jangan jangan... ini suatu pertanda? Sinyal bahwaa.. Aihh :")) Stop. Bentar. Maksudnya apa dulu. 

"Kitab apa, Yun-Sen..? Khulashoh?"
"Iyalah...,"
Aku terdiam. Tidak bisa menahan senyum yang mulai mengembang di wajahku.
"Jadi... oh. Tapi aku belum belajar harokatnya, Yun-Sen." jawabku terbata. NGGAK PERCAYAA!
"Yaudah, nanti beli kitabnya ya," pesan Yuna Senpai dengan senyumannya yang waow bingitz itoh. Aku berdiri, meskipun rasanya kedua kakiku tidak kuat lagi untuk berdiri *yorasahngadek-,-* Kubuka pintu kamar pengurus, menuju ke barisan sandal, lalu berlari menuju kamar *lhakokmalahmlayu-A-*. WAAAHH~

Udara malam menghempas tubuhku. Hawanya yang tenang membuatku terhanyut. Kupeluk teman sekamar, dan berbisik pada mereka, "Aku.. keterima... seleksi .. nyaaaa~" *O*

Dan.. selama malam itu, aku tidak berhenti tersenyum =) *edann-3-

***

Minggu depan ada classmeeting. Mumpung mbaknya lagi pada UN. Dan sesuatu yang gereget entah darimana asalmulanya, tiba-tiba aku jadi SEKRETARIS CLASS MEETING #GubrakK #EhTENANE?! Hashshh.. gak reti, pokoke ujug-ujug aku dadi sekretaris. Yang malesi lagi adalah disaat aku harus berurusan dengan si pembina OSIS a.k.a Matus Senpai WAHAHAHA :B

Oke, ini bukan saatnya ngomongin classmeeting yang superduper njelimet. Tapi masalahnya disini adalah aku yang repot bukan main sampe pusing tujuh keliling aduhai mami aku gak ngertiii -o- Mana aku dapet omelan muluu.. hadoh cyiin repotnya gapernah ngikut beginian yaw --" #NoelMbakNad :3

Maka dari itulah saya berkeputusan untuk pulang akhir bulan, dikarenakan saya terancam tidak berkesempatan pulang di awal Mei nanti KARENA REPOT NGURUSIN CLASSMEET-_____- Haduh, Emak maafkan anakmu ini ToT

Kembali ke urusan kitab. #Oyeah

Bruk. Aku meletakkan ransel di depan lemari sekembali dari rumah. Melepas kerudung, kemudian berganti pakaian.

"Mai, tadi aku habis cerita-cerita sama Diva," Rira—teman sekamarku—memulai pembicaraan. Aku hanya menoleh.

"Tadi dia habis cerita tentang pengumuman seleksi kitab," lanjutnya. Aku tersentak. "HAH?? DIMANAHH?!" Sepertinya aku penasaran ._.

"Tenang, kamu udah beneran keterima, kok." katanya. "Dan yang di angkatan kita cuma kamu doang, sama anak kelas satu." ujarnya lagi.

"Lah?? Dyah sama Fani?? Mereka kan seleksinya cuma berdua kitab Akhlaq lil Banat?"
"Gatauu.. kata Diva gitu kok."

"Mampus, ini mah aku harus turun tangan liat pengumuman pokoknya." jawabku.

"Kata Diva ada namanya Dana juga disana, tapi gatau Dana angkatan kita apa bukan. Soalnya cuma nama pendek doang yang ditulis." Aku terdiam.

"Ciee yang makin cocok sama Dana," sindirnya. "Ah, tapi kan yang namanya Dana ga cuma satu di MTs kitaaa," sambungnya. Ya, aku tahu Rira masih mengharap Dana *SOKNOVELPERCINTAAN*

Aku mengalihkan pembicaraan. "Ayoo temenin aku kesanaaa.."

***

"Widihh.. kok bisa-bisanya yang keterima malah Sabil.. padahal dia ikut seleksinya kitab Safinah," kataku. "Tapi dia baca kitabnya emang bagus, sih,"

"Namanya juga paralel satu, Mai." Rira menimpali.

"Yah, ini mah temenku mbak mbak semuahh -..- Mamii.. padahal aku paling ga bisa berbaur sama orang baru," keluhku.

"Haha, sabar aja. Eciyeeee.. couplenya Dikaaa hahaha. Tenang, dia baik kok, Mai."

"HEH" sahutku. "Eh, beneran ada Dana, jall. Couplenya Sabill,"

"Halah, paling Dana kelas satu,"

"Iya, ya. Dia kan lahirnya taun 2000, harusnya masuk kategorinya Wusto." jawabku.

Kami berdua pun berbalik ke kamar.
"Eh, misalnya itu Dana beneran.. gimana ya?? Hahaha," candaku. Rira hanya diam. Suasana malah jadi hening. Garing.



Pertemuan pertama.
Malam itu. Aku rela ga ikut acara nobar di Musholla putri demi latian kitab perdanakuhh #GayaMoe:v Aku berangkat bareng gerombolan mbak-mbak—karena emang mayoritas anak Aliyah—dan jalan berdua sama Afi, satu-satunya adek kelas yang berangkat HuhuT.T. Inilah langkah yang sangat aku dambakan *-* Rasanya tuh.. lebih manis dari madu ketika jalan bareng mbak-mbak yang jenius itu dan aromanyaa.. lebih wangi dari melati ketika bisa menapakkan kaki di ndalemnya Pak Hilmi. Apalagi teksturnya/?.. lebih lembut dari sutra ketika bisa duduk bareng anak kitab lainnya, dan kita-lah yang dikasih kepercayaan buat kesempatan ini #Dumtekdungjess.

Ini mana anak putranya? Sepi amat. Kata Nada digabung -,- gumamku *nahloketauanngarepanakpa :v #PlakK. Belum sampe 5 detik, Pak Hilmi memasuki ruangan tempat kami berkumpul. Dan beliau mengambil tempat di tengah pintu pembatas dengan ruang tamu beliau. Oh. Aku mengerti. Hwahawaw :3

Pak Hilmi membuka acara dan menjelaskan beberapa hal tentang latihan kitab; tata cara, waktu kesepakatan, tempat, guru, dan materi yang dipelajari. Setelah itu kami juga diberitahu tentang informasi pelaksanaan lomba yang akan diikuti tanggal 31 Mei nantinya. Selebihnya, bisa ditanyakan pada guru masing-masing.

“Baiklah, sekarang berkumpul dengan guru kitab masing-masing, dan bisa review-review tentang kitabnya..,” Pak Hilmi mempersilakan. AZEK AZEKK JOZZ..!! HAHA. Untung aku kedapetan gurunya sama Yuna Senpai lagi. DAN YANG GEREGET!! INI ADALAH MOMEN YANG SANGAT DITUNGGU-TUNGGU!!

PA-NYA PUN KELUAR DARI KANDANG MENUJU GURU MASING-MASING!! XOX

OhMaiGoaaatt! Dagdigdugjederrr~~ Couple gue ntar tampangnye kayak ape yeeyy.. fufufu \(‘ 3’)/ Ganteng, pas pasan, ape kagak :v Moga aja dapet yang cakep, biar memperindah pemandangan getoh Wakakak.. bisa nambah khusyu neh nderes kitabnya :* Gue gebet dah kalo cakep mah #EAKK

Tik tok tik tok.

Sementara yang lain sudah duduk berpasangan, aku hanya duduk bersama Yuna Senpai.

Yaps, si doi sampe sekarang belum datang.

Ini mana sih anaknya.. kan gue kepooo, gerutuku. Aku masih diam. Mematung. Tidak berani memandang kearah pa yang juga belum menemukan pasangannya.

“Kamu kitab apa?” akhirnya ada guru yang peduli dengan keadaan mereka yang terlantar.

Sampai terdengarlah suara berat yang samar-samar berkata,

“Kitab Khulashoh Nurul Yaqin,”

GLEK. Mampus.

Aku tersentak.

Itu dia pacar couple yang selama ini dari tadi gue tunggu! .____.

“Sini! Kamu belajar kitabnya sama aku,” sambut Yuna Senpai. Aku sempat melirik kearahnya. Ebusett, ternyata badannya gede – 3- Suara berat. Beuhh. Ini bener-bener lelaki dewasa #GUBRAKK. Baju kotak-kotak biru. Aku masih ingat persis.

Set. Sekarang dia udah ada di sebelah gue.

Aku makin bingung. Gapernah duduk sebelahan sama cowok [baca : jaim,eling ada pembimbing! :v *wakseu]. Apalagi setelah masuk pondok yang-aturan-adalah-aturan.

“Kamu duduknya jauh banget deh, Mel.. agak kesinian, tenang, kalian masil kecil, kok,” kata Yuna Senpai. APASIH YUN-SEN =..=

Kepo ah sama mukaknyaaa… tring tiriiiinggg aku mencuri pandang padanya #AZEKAZEKJOZZ

Sulit dipercaya emang. Wajahnyaa.. aduhai mempesonaahh :3 #DUARR –w- [SKIP] Sori, ada kesalahan dalam pengetikan. Mungkin Maila perlu operasi pengangkatan minusnya yang sudah terlalu akut, stadium 15 #NAUDZUBILLAH *ifyouknowwhatimean x___x Setelah itu.. aku pingsan seketika.

---------------------------------------Oke, kembali ke cerita----------------------------------------------

“Kalo kamu kitab apa?” tanya Yuna Senpai kepada seorang yang duduk di pojok ruangan. Kasihan sekali dia. Pandanganku ikut beralih kepada anak itu, memerhatikan wajahnya. Penglihatanku agak sedikit kabur, berhubung mataku memang menderita minus—sejak hobiku ngutak-atik blog sampai tengah malam. Tetapi kali ini penglihatanku tidak salah lagi. Baju koko cokelat itu, dan peci putih yang dikenakannya.

NAH! INI DIA PENAMPAKAN YANG GUE LIAT! -0-
Sumpah. Ini benar atau tidak. Tapi sepertinya, iya :/ *opojal. Aku menyipitkan mata, mencoba mempertajam penglihatanku yang entah lagi sliwer apa emang sembuh dari minus? Hash :3

“Akhlaq Lil Banin,”

JEDERR.

Rasanya kayak baru disamber petir. *ngeliriktelapaktangan* Yawloh. Ini sampe gosong beneran -____-

TAPI AKU GAK SALAH DENGER, KAN?

Sumveh. Itu Dana. Beneran. Dana yang Akhirussanah kemaren ranking 2 di 7A dan sekarang mampus lu masuk 8 CHE. Yang pacaran sama Rira dan sekarang udah jadi mantan. Dana yang pernah gue sebut-sebut sebagai playboy cap curut karena ngemodusin gue tepat lima bulan yang lalu.

Dan yang paling penting,

ITU DANA KENAPA BISA NYASAR KEMARIHH?? -,-)a

Aihh.. Yang megang kitab Akhlaq lil Banin.. DANA beneran?? Dia kan udah tuwirr.. masih aja masuk-masuk ke kategori Ula (Awal) Hadeh. Jadi kesimpulannya gue-tiap-malem-ketemu-sama-Dana-buat-latian-kitab? Duh gusti pangeran. Dia ngenalin muka aku gak ya -_- Tauk ah.

“Oiya, gaada pasangannya, ya? Mungkin gurunya barengan sama yang kitab Akhlaq lil Banat. Tapi Nalu Senpai lagi ada urusan, jadi ga berangkat. Untuk malem ini sama Isti Senpai dulu, ya.” Kemudian, Dana pun berjalan melaluiku, menuju Isti Senpai yang berada di belakang. Cih.
 

“Jadi.. kalian latihannya kaya ngaji Sorogan biasa. Cuman, pake kitabnya ini. Tiap hari kita setoran 5 fasal, ya.” Yuna Senpai memulai pembicaraan. “Ini kitabnya gampang banget, lo. Nanti kita bakal belajar kitab ini, cara jelasin yang bener, dan tentunya intonasi bacaannya, biar kedengeran lebih enak,”

“Oiya, sebelumnya kalian udah pernah kenal belum?” Kita sama-sama menggeleng. “Mungkin kalian jodoh.. hahaha,” canda Yuna Senpai—itu terdengar sangat jemberan di telingaku -_- HELLAW :p

“Dika, kenalin, ini Maila. Maila, kenalin, ini Dika.” Aku—mungkin juga Dika—mengangguk sekenanya. Dan begitulah seterusnya. Pertemuan pertama ini bener-bener garingggzztt = A= Karena aku juga ga pinter dalam hal ngeakrabin orang-orang, terlebih ada pa yang belum pernah aku kenal sama sekaleh. Ini menambah kegaringan yang sangat krez krezz nikmatnya hoho.

Buat review-review, malem ini cuma diisi pertanyaan buat pemanasan. Ebusett, aku bener-bener mati kutu x__x Hampir semua pertanyaan dia mulu yang jawab. Sampe-sampe Yuna Senpai bilang, “Ayoo Mell.. belajar lagi ya nanti,” aku cuma bisa nyengir. Edann, ternyata dia udah baca sampe fasal 25, cuy! Gue aja baru baca nyampe fazal enem :3 *keliatanbetmalesnye* Nggak ridho gue, Yuna Senpai sampe muji, “Hebat hebatt,” Beuhhh = 3=

Waktu semakin berlalu, dan suasana makin asik -___- oyeah.

“GIMANA BLOGNYA, MEL? MASIH SERING NULIS??”

Suara Yuna Senpai memecah keheningan. OWOWOOO~

Apa tadi barusan aku denger?

Mhamfuzt lu Yum.

Aku mendongak. Masih mencerna kata-kata Yun-Sen barusan.

APA? YUN-SEN NGOMONGIN BLOG?

Gilakk. Mimpi apa gue semalem. Ternyata ni blog emang udah gak privasi lagi, bahkan keberadaannya sudah terjamah sampai ke kaum pembimbing asrama! Pupus sudah harapan gue buat ngebacot seenaknye *hus ._.v

Tiba-tiba pikiran gue udah nyampe mana-mana. Kemaren liburan lo ngeposting apaan Yum? Edan, bisa-bisa ketauan semua isi pikiran loe - -“

Tapi.. bukan itu yang sekarang aku pikirin.

“Yun-Sen.. tau blogku? Kok bisa tau..?”

Yuna Senpai terkekeh. “Awalnya cuma iseng nyari-nyari, eeh, terus ketemu. Aku sempet baca blogmu, lo.”

GLEK. Sekali lagi aku menelan ludah. Terdiam. Kemudian suasana menjadi hening. Jangan jangan.. Yuna Senpai baca entri ku yang “Welcome 2015”? Mamihh :B


Yuna Senpai meninggalkan kami untuk beberapa saat. Aku memasang wajah datar, sambil sesekali memandang ke sekeliling. Mereka semua lagi pada ngobrol, review kitabnya, bahkan ada yang udah mulai latihan. Mayoritas orangnya udah terkenal semua, lah gue? Huft, sekali lagi, aku masih ga percaya bisa duduk disini.#Shonichipunmulaiterdengar- -"


Eaa, itu yang namanya Rama? Oalah, selama ini Nada tergila-gila sama diaa. Ahahaa :DD Muka-mukanya Jawa tulen. Ini udah ketiga kalinya dia ikut lomba. Pantes aja, baca kitab udah kayak reporter berita, casciscusdumbretdungprang /? Keren dah pokoknya x_x

Itu Fariz, yang nilai ujian praktek Bahasa Inggrisnya paling wow seangkatan, sampe dipuji-puji Pak Hanif! Kirain mukanya rada anak kota, namanya aja cakep benerr #WEQ Baca kitabnya medok bingo ._.v Tapi tetep keren, og O:)

Nah, ini dia si Dana. Cowok—setengah cewek :v #PLAK *jangangitumai—yang mau jadiin gue korban modusnye. Yang selama ini masih nakiroh keberadaannya/? Dan ditunggu-tunggu sosoknya, Akhirnya sekarang ma’rifat juga *opotomai*. Bakal jadi kabar geger buat Rira. Kasian bener, partner ama gurunye belom berangkat, akhirnya dia jadi setoran hari ini ke ke Isti Senpai *sukurinlo* Betewe, cakep juga kok dia baca kitabnya #ihirrr

Busett.. partner guehh -..- Dari tampang-tampangnye sih ga keliatan anak kitab #BEUH. Coz badan dia udah kek mas-mas BGT -3-Postur kek gini mah mainnya di lapangan basket #SUITSUIT Atlet NBA pen latian di Patmasuri kali yey ._. Ee.. dia malah nongkrong di rumah Pak Kyai buat ngaji kitab #EDANN #ALIMTENANLE. Oiya, hidup kan pilihan, yaw;3


BEUHH dia nengok “--)a *mengalihkanpandangan* *nengokkejam* *pasangtampangwatados*

“Aduh, ini lama banget, sampe jam berapa, yaa??” -___-


Kemudian, Yuna Senpai datang. Pertemuan pun berakhir. Anak putra pulang lebih dulu lewat jalan pintas ke asrama mereka, sedangkan kami pulang melalui pintu depan. Aku berjalan di depan. Sendiri. Seseorang meraih tanganku dari belakang, kemudian mengaitkan tanganku dengannya. Yuna Senpai. “Ayuk, Mel,” ucapnya lembut. Seeulas senyum perlahan mengembang dibibirku.

“Tenang, Mel. Aku dulu ikut kitabnya juga sendirian, kok. Cuma sama Ibnu,” Yuna Senpai seakan bisa membaca pikiranku. Sosok Yun-Sen yang ramah dan kalem—semenjak aku bertemu dengannya petama kali, saat tes wawancara [klik buat baca kisahnya!] seperti memberi semangat tersendiri untukku. Setiap katanya, menenangkan hati. Mengubah pandanganku terhadap sesuatu, dan menjadikannya hal yang lebih positif. #MIAUW

“Yun-Sen, kenapa bisa aku yang kepilih, bukan Faridah?” tiba-tiba pertanyaan itu terlontar begitu saja. Pertanyaan yang sudah lama berputar di kepalaku, meminta supaya aku segera mengutarakannya.

“Ya.. sebenernya bedanya dikit, sih. Tapi kan aku menilai bukan dari bacanya aja, tapi juga pertimbangan tertentu kayak dlihat dari kegigihannya, perjuangannya..,”

Aku diam. Menghembuskan nafas. Emangnya aku usaha apa? Tanyaku dalam hati. Masih belum puas dengan jawaban Yuna Senpai. Berjuang nulis entri di tentang harapanku? Uuh -,-

“Berarti, karena sekarang kamu yang udah kepilih, jadi gimana caranya supaya ngebuktiin kalo kamu itu bisa,” Lagi-lagi Yuna Senpai berhasil menebak isi pikiranku.

Kami sudah sampai di gerbang asrama. Yuna Senpai berhenti di depan kamar pengurus, sedangkan aku melanjutkan langkah menuju Musholla putri.


Aku.. bisa.
***



“Ra! Ternyata itu Dana beneran!!” seruku ketika sampai di kamar. Alay bukan kepalang -_-

“Alah, boong, yaa??” wajah Rira sumringah, mengira aku hanya berbohong.

“Yakin!! Mungkin kau pikir aku bercanda, tapi aku seriuss..,” #Plakk #AaronAshabnongol (+_ _)

“Wallohi, gak?” tanyanya lagi.

“Wallohi, Ra. Aku liat dia di pojok ruangan sendiri. Sabil sama Nalu Senpai belum berangkat. Kitabnya Akhlaq lil Banin,” jelasku panjang lebar.

“Kenapa kamu bisa yakin kalo itu Dana yang kita maksud?”

“Dia pake baju koko coklat sama peci putih, persis kayak yang di fotoprofil fesbuknya!”

Suasana jadi hening. Kita berdua saling tatap. Air wajahnya mendadak berubah. Rira memelukku, dan melepasnya dengan senyuman seperti sebuah isyarat, ‘aku-baik-baik-saja’. Aku menggigit bibir. Aduh, ada apaini .-. pikirku. Rira mengambil tanganku, menyalamiku bak seseorang yang baru kalah taruhan. Sejurus kemudian, wajahnya kembali datar.


“Tapi Dana kok bisa masuk Ula, ya? Dia kan lahir tahun 2000..,” tukasnya. “Mungkin dia bohong sama aku soal tanggal lahirnya,” lanjutnya, kemudian berlalu pergi.

Bersambung [Part. 02] 
*JENGJENGJENGG*

Labels:



0 Comments:

Post a Comment

*Kalian udah baca post Yumi. (ɔ ˘⌣˘)~♡
*Kalo udah masuk sini, kewajibannya komentar (‾^‾)b
*Jangan jadi tukang baca entri gratisan, yo!
*Yok komen, Ape aje dahh! \(´▽`)/



LonelyGirl ?
Welcome to my blog!







SORRY I'M ON LONG HIATUS. BECAUSE I HAVE TO GO BACK TO THE DORM AND START SCHOOL AGAIN. FIXED CONTACT ME, BECAUSE ANYTIME I CAN REPLY ;))



Secret Navi
Click and hover me! :DD

About Stuff
F.A.Q Affies

Followers
Ask.fm
Credits
Best viewed in Google Chrome.
© All Right Reserved 2014.


Tagboard
Leave your sweet words



Memories ★
Like a Time Capsule